Daerah

DPRD Garut Desak Pemerintah Ungkap Tuntas Kasus Keracunan Ratusan Siswa

×

DPRD Garut Desak Pemerintah Ungkap Tuntas Kasus Keracunan Ratusan Siswa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi keracunan makanan (Foto: Istimewa)

Yudha sempat meninjau langsung ke lokasi SPPG, meski tidak bisa menemui pengelola. Dari keterangan sejumlah siswa yang dirawat di Puskesmas Kadungora, makanan yang dikonsumsi mereka sudah dalam kondisi basi.

“Dimasak jam 1 dini hari, tapi baru dimakan siang hari. Terlalu lama jedanya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Program Makan Bergizi Gratis di Cianjur Dorong Perbaikan Gizi dan Pembentukan Karakter Anak PAUD

Menurut Yudha, uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Garut masih terbatas pada sisa bahan baku di lemari pendingin. Ia menilai langkah itu tidak cukup untuk memastikan penyebab keracunan.

Baca Juga:  Polisi Panutan! Kapolsek Bojong Bangun Pesantren Gratis untuk Anak Yatim di Purwakarta

“Seharusnya juga diuji sumber air, sanitasinya, termasuk apakah tercemar bakteri E. coli atau tidak. Karena gejalanya diare, mual, pusing, bisa jadi bukan hanya dari makanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ingin Pengaduan MBG Lebih ‘Sat-set’, Koordinator SPPG Sambangi Diskominfo Purwakarta

Yudha berharap insiden ini tidak terulang kembali di sekolah-sekolah penerima MBG. Ia merekomendasikan pemerintah melakukan evaluasi rutin terhadap seluruh SPPG, meliputi standar kebersihan pangan, pelatihan keamanan pangan bagi petugas, serta pengawasan distribusi makanan.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3