Daerah

DPRD Ingatkan Risiko Utang Rp2 Triliun Pemprov Jabar, Jangan Bebani Gubernur Berikutnya

×

DPRD Ingatkan Risiko Utang Rp2 Triliun Pemprov Jabar, Jangan Bebani Gubernur Berikutnya

Sebarkan artikel ini
Pegawai DPRD Jawa Barat menjalankan kebijakan WFH November 2025 untuk efisiensi listrik dan internet.
Gedung kantor DPRD Jawa Barat (Foto: DPRD Jabar)

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp2 triliun untuk menjaga kelangsungan sejumlah proyek infrastruktur strategis.

Beberapa proyek yang menjadi prioritas antara lain pembangunan Jalur Puncak II serta sejumlah flyover.

Pengajuan pinjaman itu dilakukan di tengah menurunnya kapasitas fiskal provinsi yang diperkirakan mencapai Rp3 triliun.

Baca Juga:  Kisah Kecintaan Hendra Haeruna Pada Persib, Tuntun Berkreatifitas di Photography

Dedi mengatakan pembiayaan tersebut akan menggunakan skema kredit sindikasi yang melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank BJB. Skema itu dipilih agar pembangunan tetap berjalan tanpa memberikan tekanan besar terhadap APBD dalam jangka panjang.

Baca Juga:  DPRD Jabar Percepat Bahas Pemekaran Cirebon Timur, Skor Administratif Masih 351 Poin

“Terus terang saja untuk mewujudkan itu, karena Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp3 triliun, saya jujur aja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp2 triliun,” kata Dedi.

Ia menegaskan pinjaman tersebut bukan kebijakan yang akan membebani generasi berikutnya. Pemerintah provinsi menargetkan seluruh kewajiban pembayaran selesai pada 2030 dan hanya berlaku selama masa kepemimpinannya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siapkan Anggaran untuk Intervensi Harga Bahan Pokok, Nilainya Cukup Besar

“Cicilannya sampai 2030. Selama saya memimpin, jadi tidak boleh lebih,” ujar Dedi. (rep)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 3 of 3 ): 12 3