Daerah

DPRD Ingatkan Risiko Utang Rp2 Triliun Pemprov Jabar, Jangan Bebani Gubernur Berikutnya

×

DPRD Ingatkan Risiko Utang Rp2 Triliun Pemprov Jabar, Jangan Bebani Gubernur Berikutnya

Sebarkan artikel ini
Pegawai DPRD Jawa Barat menjalankan kebijakan WFH November 2025 untuk efisiensi listrik dan internet.
Gedung kantor DPRD Jawa Barat (Foto: DPRD Jabar)

Peringatan itu muncul karena kondisi fiskal Jawa Barat masih tertekan. Saat ini, pemerintah provinsi masih menanggung kewajiban cicilan pinjaman dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diajukan pada masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya, Ridwan Kamil.

Baca Juga:  Buky Wibawa Dorong ADPSI Jadi Pusat Konsolidasi Nasional DPRD

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan pinjaman baru untuk menutup kekurangan fiskal sekaligus mempercepat pembangunan sejumlah proyek strategis yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Jabar Bahas Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda P2APBD TA 2023

Romli menjelaskan surat pengajuan pinjaman dari pemerintah provinsi sudah diterima oleh pimpinan DPRD. Meski demikian, pembahasan secara resmi di internal dewan belum dimulai.

Ia menegaskan proses pembiayaan tersebut harus mengikuti prinsip kehati-hatian perbankan dan tetap tunduk pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga:  Pemprov Jabar Buka 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Buruan Daftar Lewat Sapawarga

Menurut Romli, meskipun Pemprov Jawa Barat merupakan pemegang saham mayoritas di Bank BJB, hal itu tidak boleh mengurangi standar profesional dalam penyaluran kredit.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3