“Dengan mesin pengering yang cukup, seharusnya bisa mencapai hingga 200 ton per hari. Saat ini potensi itu belum tergarap maksimal,” ujarnya.
TPPAS Lulut–Nambo diketahui melayani sampah dari sejumlah wilayah, tidak hanya Bogor Raya, tetapi juga beberapa daerah lain di Jawa Barat. Dengan kondisi darurat sampah yang terjadi di sejumlah kawasan, optimalisasi fasilitas pengolahan menjadi kebutuhan mendesak.
Komisi IV DPRD Jawa Barat pun mendorong adanya peningkatan sarana dan prasarana, khususnya penambahan mesin pengering sampah yang diperkirakan membutuhkan dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar.
“Kami akan mendorong agar di APBD berikutnya dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan peralatan, supaya TPPAS ini bisa beroperasi lebih maksimal,” tegas Prasetyawati.
DPRD berharap TPPAS Lulut–Nambo dapat berkembang menjadi solusi strategis pengelolaan sampah regional yang berkelanjutan dan mampu mengurangi tekanan terhadap lingkungan di wilayah Jawa Barat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





