Menanggapi pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi yang mengaitkan PT Jaswita Jabar dengan bencana banjir di Bogor, Wahyu menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan kepada JLJ agar mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
Peringatan tersebut diberikan sejak wisata Hibisc Fantasy mulai beroperasi pada tahun 2024, yang kala itu juga sempat menuai kontroversi.
“Pada prinsipnya, Jaswita Jabar akan mengikuti arahan dari Bapak Gubernur dan kembali mengingatkan anak perusahaan kami agar mematuhi regulasi,” kata Wahyu.
“Sebenarnya, sejak awal munculnya isu terkait Hibisc Fantasy pada tahun 2024, Jaswita Jabar sudah mengingatkan JLJ untuk mematuhi semua ketentuan, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” tambahnya.





