Museum Situs Pasir Angin sendiri telah menjadi objek penelitian sejak awal 1970-an oleh tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di bawah pimpinan arkeolog R.P. Soejono. Dari hasil ekskavasi tersebut ditemukan berbagai artefak berbahan batu, besi, perunggu, tanah liat, obsidian, kaca, hingga gerabah.
Bangunan museum mulai didirikan pada 1976 sebagai tempat penyimpanan temuan arkeologi, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi museum terbuka bagi publik. Pemerintah berharap, melalui revitalisasi yang terarah, Situs Pasir Angin dapat berfungsi lebih optimal sebagai ruang edukasi sejarah dan pelestarian budaya di Jawa Barat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





