Daerah

Gabungan Pengusaha Travel Tanggapi Larangan Study Tour Sekolah oleh Dedi Mulyadi

×

Gabungan Pengusaha Travel Tanggapi Larangan Study Tour Sekolah oleh Dedi Mulyadi

Sebarkan artikel ini
ASITA Jabar
Konferensi pers DPD ASITA Jabar. (foto: net)

Daniel menambahkan bahwa kegiatan study tour dapat meningkatkan pemahaman dan pengalaman nyata, memotivasi siswa untuk belajar, mengembangkan keterampilan sosial, menumbuhkan kreativitas dan inovasi, serta mendorong kemandirian dan tanggung jawab.

Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara siswa dan guru serta meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan budaya.

Baca Juga:  Kepala Disbudpar Cirebon Tak Setuju Soal Larangan Studi Tour Sekolah oleh Dedi Mulyadi

Sebagai contoh, Daniel menyebut wisata edukatif ke Kampung Naga, Tasikmalaya. Di sana, siswa dapat belajar langsung mengenai praktik menganyam bambu menjadi produk bernilai ekonomi, bercocok tanam, serta berinteraksi dengan masyarakat setempat dalam kegiatan sehari-hari, seperti memasak dan makan bersama.

Baca Juga:  Banyak Guru Pensiun, Disdik Majalengka Usulkan Ribuan Guru ASN

Di sisi lain, terkait dengan upaya pengetatan belanja anggaran pemerintah, ASITA mengajak pemangku kepentingan pariwisata di Jawa Barat untuk memperluas pasar inbound dengan mempromosikan produk wisata ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Baca Juga:  Gedung Pusat Kebudayaan Subang Dikritik Mirip Sarang Burung, Begini Penjelasan Arsitek

“Jawa Barat memiliki daya tarik wisata yang unggul, terutama dalam aspek wisata alam dan budaya. Kita tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah,” kata Daniel.

Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4