Daerah

Hunian Vertikal Buruh Bekasi Mulai Dikaji, Pemerintah Bahas Skema dan Akses Tol Baru

×

Hunian Vertikal Buruh Bekasi Mulai Dikaji, Pemerintah Bahas Skema dan Akses Tol Baru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi rusun buruh
Ilustrasi rusun buruh. (foto: istimewa)

Program ini dipandang penting untuk menekan beban pengeluaran pekerja dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sekitar 20 persen upah buruh terserap untuk biaya sewa rumah atau kontrakan.

Sementara itu, akses ke rumah bersubsidi kerap menambah beban karena lokasinya jauh dari tempat kerja.

Baca Juga:  Pamit Mencari Ikan di Sungai, Seorang Lansia di Bekasi Dilaporkan Hilang

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Indra mengatakan banyak pekerja masih kesulitan memperoleh hunian yang sesuai kemampuan finansial dan berlokasi dekat kawasan industri.

Pengembangan hunian bersubsidi di pusat-pusat industri dinilai sebagai solusi strategis.

Program ini juga dikaitkan dengan target pembangunan tiga juta rumah, termasuk penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga:  Dua Orang Komplotan Begal Sadis di Bekasi Ternyata Masih di Bawah Umur

Pemerintah telah menyiapkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga rendah dan cicilan terjangkau agar lebih mudah diakses pekerja.

Melalui skema tersebut, pemerintah berharap buruh memiliki pilihan tempat tinggal yang layak, terjangkau, dan tidak lagi memakan porsi besar dari penghasilan bulanan mereka.

Baca Juga:  Produsen Motor Listirik Asal Singapura Bangun Pabrik di Cikarang Bekasi

Jika terealisasi, hunian vertikal di kawasan industri Bekasi ini bukan sekadar bangunan bertingkat, melainkan strategi merapikan ulang relasi antara tempat tinggal dan tempat kerja, dua titik yang selama ini terlalu jauh jaraknya bagi sebagian besar buruh. (kom)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 4 of 4 ): 123 4