Pada Januari 2026, tagihan listrik Setda mencapai Rp190 juta. Angka ini turun menjadi Rp160 juta pada Februari setelah ASN mulai bekerja dari mana saja setiap Kamis. Artinya, pemerintah menghemat Rp30 juta hanya dalam satu bulan.
Dinas-dinas lain juga mencatatkan efisiensi serupa. Dinas Kesehatan memotong tagihan dari Rp23 juta menjadi Rp18 juta. Dinas Pendidikan menghemat sekitar Rp2 juta. Sementara Dinas Pertanian menekan angka dari Rp7 juta ke Rp5 juta.
“Alhamdulillah, berarti terasa yah penghematannya,” ucap Om Zein.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) juga mencatat prestasi hebat. Mereka memangkas biaya listrik dari Rp26 juta menjadi Rp18 juta. Disdukcapil tetap bisa berhemat dari Rp10 juta menjadi Rp8 juta, meski instansi ini melayani warga secara penuh.
“Disdukcapil kan gak FWA yah, tapi menghemat, berarti luar biasa,” katanya.





