“Sisanya 314, dari jumlah itu rumah ada 27 KK dan warung 93 KK. Sisanya 194 KK macem-macem itu, ada kolam ada kandang ternak ayam paling banyak, garasi, sawah. Ini harus divalidasi juga,” katanya.
Ia menilai keragaman jenis bangunan dan fungsi objek terdampak menjadi alasan pemerintah tidak bisa menyeragamkan besaran kompensasi. Setiap kasus harus dinilai secara proporsional sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harus cermat tidak boleh asal-asal (datanya) masih kita kroscek. Tentunya kompensasinya berbeda tidak akan sama harus proporsional harus adil,” ujar Herman.
Terkait anggaran, Herman memastikan Pemprov Jabar telah menyiapkan skema pembiayaan melalui mekanisme pergeseran anggaran.
Skema tersebut dipilih karena revitalisasi Situ Ciburuy dinilai bersifat mendesak dan menyangkut aspek sosial yang sensitif di tengah masyarakat. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





