
Menurut BMKG, fenomena hujan es merupakan fenomena yang biasa terjadi pada masa transisi musim hujan ke musim kemarau.
Biasanya satu hari sebelum hujan es terjadi, udara di suatu tempat pada malam hari hingga pagi akan terasa panas.
Hal itu diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat dari perbedaan suhu udara dan disertai kelembaban yang tinggi.
Pagi hari akan tumbuh awan Cumulus atau awan putih berlapis, dan di antara awan tersebut ada satu jenis awan berwarna abu menjulang tinggi.
Baca Juga: Pemerintah Sebar 100 Ekor Kambing dan 45 Ekor Sapi Kurban ke Seluruh Wilayah Kota Bandung
Selanjutnya awan itu akan berubah warna menjadi abu kehitaman yang dikenal dengan nama awan cumulonimbus.





