Sebelumnya, hingga triwulan ketiga, jumlah kunjungan baru menyentuh 6,5 juta orang. Dengan tambahan 4,5 juta orang saat Nataru, total kunjungan melampaui target awal tahun yang dipatok sebesar 8,75 juta.
Menurut Adi, banyaknya wisatawan ke Bandung ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Banyak masyarakat, terutama dari Jabodetabek, memilih destinasi yang lebih dekat dan terjangkau secara akses.
“Kelihatannya karena ekonomi sedang melemah. Wisatawan dari Jabodetabek akhirnya memilih Bandung karena paling dekat dan mudah di jangkau. Selain itu, beberapa destinasi lain seperti Bali juga di laporkan mengalami penurunan kunjungan,” tuturnya.
Banyaknya pelancong yang datang turut mendongkrak okupansi hotel Bandung. Pada malam pergantian tahun, sejumlah hotel di pusat kota seperti Kimaya, D’Braga, hingga Vasaka mencatatkan tingkat hunian hingga 100 persen.
“Untuk hotel di pusat kota, okupansinya ada yang sampai 100 persen. Tapi di hotel yang agak jauh dari pusat destinasi, okupansinya di kisaran 60 sampai 70 persen, ada juga yang 80 persen. Jadi memang tidak merata,” jelas Adi.





