Namun persoalan lain yang tidak kalah mendesak adalah kondisi rumah yang ditempati Kandi. Bangunan tersebut sudah masuk kategori tidak layak huni dengan kerusakan serius pada bagian dinding dan atap.
Saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam rumah karena bagian atap sudah banyak yang bocor. Kondisi ini membuat tempat tinggalnya rawan ambruk dan membahayakan keselamatan.
Warga setempat khawatir rumah tersebut sewaktu-waktu roboh karena struktur bangunan yang sudah sangat rapuh.
Meski bantuan untuk pengobatan mata sudah tersedia, hingga kini belum ada bantuan untuk memperbaiki rumah Kandi yang hampir ambruk tersebut.
“Berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui instansi terkait maupun para dermawan mau memberikan uluran tangan untuk memperbaiki rumahnya,” ujar Omang.





