Daerah

Longsor Dominasi Bencana di Sumedang Awal 2026, BPBD Catat 42 Kejadian dalam Sebulan

×

Longsor Dominasi Bencana di Sumedang Awal 2026, BPBD Catat 42 Kejadian dalam Sebulan

Sebarkan artikel ini
Bencana Alam
Ilustrasi bencana alam. (Foto: Dok. JabarNews).

Bambang menjelaskan bahwa secara geografis hampir seluruh wilayah Sumedang memiliki potensi ancaman bencana yang berbeda-beda. Sejumlah kecamatan memiliki risiko banjir, sementara daerah lain rawan longsor dan gempa bumi.

“Hampir semua jenis bencana mengancam wilayah Kabupaten Sumedang. Mulai dari Jatinangor dan Cimanggung rawan banjir, wilayah kota rawan gempa bumi, hingga Rancakalong yang rawan longsor,” ujarnya.

Baca Juga:  Video Geng Motor Acungkan Senjata Tajam saat Konvoi di Sukabumi Bikin Resah

Dengan kondisi tersebut, BPBD Sumedang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan daerah rawan bencana.

Baca Juga:  Ratusan Mahasiswa di Depok Dapat Bantuan Senilai Rp15 Juta, Ada Dua Syarat Harus Dipenuhi

“Kami mengimbau masyarakat Sumedang agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama yang tinggal di lereng perbukitan serta masyarakat yang melintas di titik-titik rawan banjir dan longsor,” kata Bambang.

Baca Juga:  Yayasan Putra Giri Loka Ajak Pelajar di Cianjur Lestarikan Seni Budaya Wayang Golek

Untuk memperkuat upaya pencegahan, BPBD Sumedang juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pemasangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di sejumlah titik rawan banjir.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3