Bambang menjelaskan bahwa secara geografis hampir seluruh wilayah Sumedang memiliki potensi ancaman bencana yang berbeda-beda. Sejumlah kecamatan memiliki risiko banjir, sementara daerah lain rawan longsor dan gempa bumi.
“Hampir semua jenis bencana mengancam wilayah Kabupaten Sumedang. Mulai dari Jatinangor dan Cimanggung rawan banjir, wilayah kota rawan gempa bumi, hingga Rancakalong yang rawan longsor,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, BPBD Sumedang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan daerah rawan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat Sumedang agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama yang tinggal di lereng perbukitan serta masyarakat yang melintas di titik-titik rawan banjir dan longsor,” kata Bambang.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, BPBD Sumedang juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pemasangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di sejumlah titik rawan banjir.





