Daerah

Modul P5: Siswa SMA Belajar Menerapkan Konsep Jaminan Sosial

×

Modul P5: Siswa SMA Belajar Menerapkan Konsep Jaminan Sosial

Sebarkan artikel ini
SMAN 22 Bandung
Visit Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci ke SMA Negeri 22 Bandung. (Foto: Istimewa).
SMAN 22 Bandung
Visit Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci ke SMA Negeri 22 Bandung. (Foto: Istimewa).

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Opik Taufik yang memberikan sambutan pada saat pembukaan kegiatan mengatakan Jaminan sosial merupakan konsep yang mendasar dalam sistem perlindungan sosial yang bertujuan untuk melindungi individu dan keluarganya dari risiko ekonomi dan sosial yang dapat timbul dalam kehidupan sehari-hari.

“Filosofi utama di balik jaminan sosial di Indonesia adalah untuk menciptakan kesejahteraan sosial, menghilangkan ketidaksetaraan, dan melindungi hak-hak dasar setiap warga negara. Melalui berbagai program seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)”, jelas Opik.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Buka Layanan Prioritas JHT di PT Sritex untuk Pekerja PHK

Sebelumnya, Telah dilaksanakan launching kegiatan Implementasi Modul Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada SMAN 22 Bandung pada tanggal 30 Oktober 2024, edukasi literasi jaminan sosial dirancang dalam tahapan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu kurikulum merdeka.

Baca Juga:  Bisakah Peserta Aktif BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Sebagian Saldo JHT? Ini Jawabannya

Selama periode bulan April hingga September 2024 BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan telah bersama-sama menyelenggarakan sosialisasi Training of Trainer untuk penguatan guru penggerak terkait modul projek P5 di 11 wilayah kerja kedua BPJS diantaranya Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Surakarta, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Manado, Makassar, dan Bogor.

Baca Juga:  Lokasi SIM Keliling Purwakarta Hari Ini Jumat 21 Oktober 2022

Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah para guru perwakilan dari sekolah SMA, SMK, dan MA yang telah ditentukan oleh Kemendikbudristek dan Kemenag dengan total keseluruhan yang hadir dari 11 wilayah tersebut sebanyak 235 peserta.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3