Menurut Om Zein, solusi yang ditawarkan pengembang dengan membuat sodetan sederhana ke sungai tidak efektif. Drainase yang dibangun dinilai terlalu kecil dan tidak kuat menahan arus, terbukti dengan banjir yang terus menerus terjadi.
Ia menegaskan bahwa rakyat yang membeli rumah subsidi di Bumi Villa Jatiluhur berhak mendapatkan kenyamanan, bukan ancaman banjir tahunan.
“Ini gak mungkin kita setiap tahun keluarin duit, kirim beko (ekskavator). Masa orang yang dapet duit, kita yang susah. Apalagi ini belum serah terima,” ujar Om Zein dengan nada tinggi.
Sebagai langkah konkret, Bupati meminta saluran air dikembalikan ke jalur alaminya yang lurus. Konsekuensinya, sejumlah unit rumah yang menghalangi jalur tersebut harus dibongkar.
Berdasarkan keterangan warga setempat, terdapat lebih dari enam rumah yang terdampak jika jalur air diluruskan.





