Dalam catatan kurasinya, Heru menyebut bahwa meski merujuk pada sosok yang berasal dari alam nyata maupun khazanah cerita tertentu, figur yang dihadirkan dalam karya Dzikra dan Louise selalu tampil dalam kondisi terdistorsi dan terfragmentasi.
“Sosok-sosok itu seperti berada dalam dorongan untuk tidak pernah tampil utuh. Judul pameran ini berangkat dari proses identifikasi. Material menjadi jalan sekaligus persoalan dalam proses penciptaan karya mereka,” tulis Heru.
Sementara itu, kolektor seni Syakieb Sungkar menilai karya-karya yang ditampilkan memiliki karakter kuat dan berbeda dari arus visual yang selama ini mendominasi seni rupa Indonesia.
“Karya Hentyette Louise bagi saya adalah chaos yang deformatif, seperti raga yang bercampur antara bentuk binatang dan makhluk lain. Karya Dzikra lebih meruang, jadi perlu pemikiran dalam penempatannya. Mereka berbeda dari pengaruh visual Asia Timur yang sering kita lihat. Tapi duo seniman ini berpotensi masuk arus utama selama konsisten berkarya,” kata Syakieb.
Pameran “Of The Unknown Creatures” menjadi ruang eksplorasi bagi Dzikra Afifah dan Hentyette Louise dalam menghadirkan interpretasi makhluk imajiner melalui pendekatan material yang beragam dan ekspresi visual yang intens.





