Situasi tersebut diperparah oleh keterbatasan modal pedagang kecil. Ketika permintaan di tingkat distributor meningkat, mereka tidak mampu melakukan pembelian cepat maupun dalam volume besar, sehingga posisi mereka semakin terpinggirkan dalam rantai distribusi.
Asep menilai distributor cenderung memprioritaskan transaksi berskala besar karena dinilai lebih efisien dan minim risiko. Dampaknya, pasar tradisional kecil menjadi pihak yang paling terdampak ketika pasokan menipis.
Jika kondisi ini terus berlanjut, ia mengkhawatirkan keberlangsungan pedagang kecil serta stabilitas harga di pasar tradisional. Pasokan yang terbatas berpotensi menekan pedagang sekaligus merugikan konsumen di tingkat bawah.
“Pedagang kecil selalu berada di urutan terakhir saat pasokan terbatas. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” tandasnya. (Mul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





