Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa rencana kejahatan telah disusun sejak 18 Maret 2026, menjelang Lebaran. Para pelaku diduga membutuhkan uang tambahan dan memilih jalan pintas dengan mencuri kendaraan milik majikan.
Korban sempat diajak bergabung dalam aksi tersebut, namun menolak karena merasa memiliki loyalitas terhadap majikannya.
“Korban ini sudah lama bekerja, lebih dari dua tahun. Dia merasa punya ikatan batin dengan majikan dan tidak mau mengkhianati kepercayaan,” kata Iman.
Sikap tersebut justru berujung tragis. Korban dibunuh dan dimutilasi sebelum jasadnya disembunyikan di dalam freezer untuk menghilangkan jejak.
Korban diketahui hidup seorang diri di Bekasi dan dikenal sebagai pribadi yang ramah oleh lingkungan sekitar. Seorang warga, Aang Wijaya (38), menyebut korban sering membantu tetangga.





