“Fokus kajian pada lapisan budaya yang lebih tua dan pemugaran di teras keempat dan seterusnya sampai teras satu, melibatkan lebih dari 100 orang ahli,” katanya.
Penelitian dan pemugaran direncanakan berlangsung hingga akhir 2026 dengan melibatkan arkeolog serta tenaga ahli yang sama seperti tahap sebelumnya. Tim berharap temuan baru dapat memperkaya data ilmiah mengenai konstruksi dan kronologi situs.
Selain penggalian, tahap pemugaran juga mencakup rekonstruksi struktur batu di teras utama. Sejumlah batu yang sebelumnya dalam posisi tegak ditemukan rebah akibat pergeseran dan kini dikembalikan ke posisi awal setelah melalui verifikasi data visual dan kajian teknis.
“Pemugaran tahap awal fokus pada perbaikan struktur bebatuan di teras utama yang mengalami pergeseran, dikembalikan ke posisi asal,” ujar Ali.
Tim juga memperkuat teras samping untuk mencegah longsor. Penguatan struktur ini menjadi prioritas guna memperpanjang usia situs sebelum kajian lanjutan dilakukan secara menyeluruh.





