Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian Fadhly dalam peristiwa pengeroyokan itu.
“Awalnya saya tidak setuju dilakukan autopsi. Namun setelah mendapat penjelasan dari kepolisian, saya akhirnya memahami. Autopsi sudah selesai dilakukan kemarin sore,” ujar Firdan.
Peristiwa tragis itu terjadi setelah Fadhly bersama sejumlah rekannya melintas di Jalan Cihampelas usai mengikuti kegiatan buka bersama di kawasan Ciumbuleuit.
Dalam perjalanan, rombongan tersebut bertemu dengan sekelompok siswa dari SMAN 2 Bandung. Pertemuan itu kemudian memicu keributan yang berujung bentrokan.
Fadhly kemudian ditemukan tergeletak di lokasi kejadian dengan sejumlah luka yang diduga akibat pengeroyokan. Nyawanya tidak tertolong. (trn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





