PMI Asal Cimahi Jadi Korban Perdagangan Orang di Myanmar, BP2MI Jabar Buru Para Calo Migran Ilegal

Perdagangan Orang
Ilustrasi perdagangan orang. (Foto: Ist/Net).

JABARNEWS | BANDUNG – Noviana Indah Susanti (37) seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi telah menjadi salah satu korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dipaksa bekerja sebagai Scammer (penipu online) di wilayah konflik Myawaddy, Myanmar.

Baca Juga:  Sepanjang 2023, Polda Jabar Berhentikan 20 Polisi Secara Tidak Hormat

Kasus Noviana tersebut, telah menjadi perhatian khusus dari sekian kasus TPPO yang menimpa PMI khususnya yang berasal dari daerah Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jabar sedang melakukan pendataan terhadap para calo yang membantu merekrut dan memberangkatkan PMI ke luar negeri secara ilegal.

Baca Juga:  Ada Dugaan Persekusi Lisan 'Betah Keneh di Purwakarta?' dalam Rapat Pra Mukab Kadin Purwakarta

Bahkan, BP2MI Jabar akan membantu keluarga korban dalam menempuh jalur hukum agar tidak ada lagi korban iming-iming manis para calo tersebut.

“Ini sedang kami kejar kelengkapan datanya supaya kami bisa mendampingi keluarga untuk melaporkan para calo ini yang memfasilitasi supaya ada efek jera bagi si calo di daerah-daerah ini,” kata vKasie Perlindungan dan Pemberdayaan, UPT BP2MI Jabar Neng Wepi saat dihubungi, Kamis (4/5/2023).

Baca Juga:  Anak Sungai Citarum Di Jatiluhur Berpotensi Jadi Objek Wisata Baru