Daerah

Ponpes Tak Berizin di Purwakarta Jadi Lokasi Pencabulan Santri, Kemenag Tegaskan Ini

×

Ponpes Tak Berizin di Purwakarta Jadi Lokasi Pencabulan Santri, Kemenag Tegaskan Ini

Sebarkan artikel ini
Kemenag Purwakarta
Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta, DR. H Hanif Hanafi. (Foto: Gin/JabarNews).

JABARNEWS | PURWAKARTA – Kasus pencabulan terhadap santriwati berinisial H (17) yang dilakukan oleh SS (52), oknum pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, memicu sorotan tajam terhadap legalitas lembaga keagamaan.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta menegaskan, ponpes tempat kejadian perkara tidak memiliki izin operasional.

Baca Juga:  Kemenag Purwakarta Pastikan Jaga Netralitas di Pilkada 2024

“Tim dari Kemenag sudah turun ke lokasi dan hasilnya, lembaga tersebut bukan pesantren resmi karena tidak memiliki izin operasional atau belum terdaftar di Kemenag,” kata Kepala Kemenag Purwakarta, DR. H Hanif Hanafi, Rabu (30/7/2025).

Hanif menjelaskan, berdasarkan regulasi yang berlaku, setiap pondok pesantren wajib memiliki Tanda Daftar Pesantren berupa Nomor Statistik Pesantren (NSP) dan Piagam Statistik Pesantren (PSP), sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2019 dan PMA Nomor 30 Tahun 2020. Tanpa dokumen tersebut, lembaga pendidikan tidak bisa diakui secara hukum sebagai pesantren.

Baca Juga:  Usai Tugas di Tanah Suci, Petugas Haji Purwakarta Rayakan Momen Langka Bersama Keluarga di Situ Cileunca

Karena tak terdaftar, lanjut Hanif, Kemenag tak memiliki kewenangan untuk mengevaluasi proses belajar mengajar di tempat tersebut, termasuk sistem pengawasan terhadap aktivitas pengasuh. Namun, pihaknya mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil oleh kepolisian.

Baca Juga:  Polemik Stikom Bandung, Bey Machmudin Setuju Ratusan Mahasiswa Diminta Ulang Kuliah
Pages ( 1 of 3 ): 1 23