Daerah

Ponpes Tasikmalaya Bantah Isu Bullying dalam Kasus Santri Gantung Diri

×

Ponpes Tasikmalaya Bantah Isu Bullying dalam Kasus Santri Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Gandir
Ilustrasi gantung diri. (Foto: Pixabay).

“Sejak kejadian itu keluarga sudah menerima dengan baik. Mereka menerima bahwa ini adalah musibah dan ketentuan dari Allah,” ujarnya.

Korban sendiri tercatat sebagai santri kelas 11 SMK. Sebelumnya, ia pernah mondok di pesantren lain dan pindah ke ponpes tersebut setelah masuk SMK. Namun, belakangan sempat pulang ke rumah untuk menjalani pengobatan.

Baca Juga:  Uu Ruzhanul Ulum Ngamuk! Minta Perekam dan Pengunggah Video Anak yang Dipaksa Setubuhi Kucing Diusut

Pihak ponpes mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar MA mengakhiri hidup. Kendati demikian, mereka tetap menganggapnya sebagai takdir.

“Sangat kaget sekali. Tapi karena kita orang beriman, ini mungkin ketentuan terbaik untuk beliau,” tambah Nandang.

Baca Juga:  Tiga Santri di Kota Tasikmalaya Dilempar Batu Hingga Berdarah, Polisi Masih Dalami Siapa Pelakunya

Ponpes juga ikut membantu prosesi pemakaman serta terus mendoakan almarhum. “Sejak saat itu, pihak pesantren terus mendoakan almarhum,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga:  Polemik Pembubaran TP4D, Kejari Ciamis Menantikan Instruksi Pusat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2