• Senin, 6 Desember 2021

Kepung Pemkab Cianjur, Buruh Minta Kenaikan Upah Minimum Tahun 2022 Menjadi Rp3,1 Juta

- Selasa, 23 November 2021 | 22:01 WIB
Ribuan buruh mengepung Pemkab Cianjur. (Mul/Jabarnews)
Ribuan buruh mengepung Pemkab Cianjur. (Mul/Jabarnews)

JABARNEWS | CIANJUR – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja seperti SPSI, FPSMI, dan PPMI KSPI mengepung Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, Selasa 23 November 2021.

Massa buruh tersebut datang dari berbagai pabrik di Kabupaten Cianjur, untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cianjur tahun 2022 sebesar 10 persen.

Selain itu, massa aksi juga menagih janji Bupati Cianjur Herman Suherman untuk memberikan kesejahteraan pada para buruh.

Baca Juga: Buntut Genangan Air di Sirkuit Mandalika, Citra Presiden Jokowi Luntur

Ketua FSPMI KSPI Cianjur Asep Saepul Malik mengatakan, pada prinsipnya kaum buruh tetap menuntut kenaikan upah minimum pada tahun depan.

Jika tuntutannya tidak terpenuhi, maka akan ada maraton unjuk rasa di Cianjur. Kalau bicara kabupaten/kota lain sudah sebulan melakukan unjuk rasa. 

"Upah di Cianjur paling rendah, dan mudah-mudah hatinya terketuk sesuai dengan janji kampanye Bupati Cianjur saat pencalonan," katanya.

Baca Juga: Gara-Gara Tuntutan terhadap Valencya, Sejarah Baru Sistem Hukum di Indonesia Tercipta

Makanya, dia menyatakan, buruh turun ke jalan menuntut penetapan upah minimum tidak didasarkan pada PP 36/2021. Intinya, kata dia, pemerintah mesti mengutamakan kepentingan buruh

Halaman:

Editor: Yoyo W

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X