• Senin, 6 Desember 2021

Siap Disanksi, Hengki Kurniawan Rekomendasikan UMK Bandung Barat 2022 Naik 7 Persen

- Kamis, 25 November 2021 | 23:43 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan. (Humas Bandung Barat)
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan. (Humas Bandung Barat)

JABARNEWS | BANDUNG BARAT – Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan merekomendasikan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2022 sebesar 7 persen atau Rp227.379,82 dari UMK tahun 2021.

Padahal, dari hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Bandung Barat usulan untuk UMK 2022 ialah naik 0,95 persen atau sebesar Rp30.858,69 dari UMK 2021.

"Rekomendasikan untuk UMK tahun depan di Bandung Barat naik 7 persen. Keputusan itu saya ambil sebagai bentuk keberpihakan pemerintahan terhadap buruh," kata Hengki Kurniawan, Kamis 25 November 2021.

Baca Juga: Ditagih Bayar Oli Rp40 Ribu, Tukang Kelapa di Bandung Tebaskan Golok ke Leher Pria Mabuk

Jika usulan rekomendasi tersebut direstui oleh Gubernur Jabar, maka upah minimum pekerja di Bandung Barat tahun 2022 menjadi Rp3.475.663,11. Kenaikan UMK sebesar 7 persen itu sesuai dengan tuntutan buruh. 

Menurut Hengki Kurniawan, rekomendasi UMK 2022 di Bandung Barat sebesar 7 persen itu menjadi yang tertinggi di Jabar. 

"Ya kalau lihat dari kabupaten/kota lain, usulan dari Bandung Barat paling tinggi. Namun, itu baru usulan, karena keputusan final ada di Pemprov Jabar," sambung Hengki Kurniawan

Baca Juga: UMK 2022 di Kabupaten Bekasi Direkomendasikan Rp5 Juta, Ribuan Buruh Bubarkan Diri

Terkait dengan adanya ancaman sanksi dari pemerintah pusat kepala daerah yang tidak mengikuti formulasi UMK berdasarkan PP No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, Hengki Kurniawan mengaku itu bagian dari risiko dirinya.

Halaman:

Editor: Yoyo W

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X