Daerah

PSI Sebut Indonesia Tidak Butuh Guru Besar yang Kerdil, Maksudnya Apa?

×

PSI Sebut Indonesia Tidak Butuh Guru Besar yang Kerdil, Maksudnya Apa?

Sebarkan artikel ini
Sekjen FPN Furqan AMC. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Fenomena perjokian untuk mendapatkan gelar Guru Besar di berbagai kampus mendapat sorotan tajam dari Ketua DPP PSI, Furqan AMC.

“Perjokian telah mendegradasi marwah Guru Besar. Budaya palsu, membuat Guru Besar menjadi kerdil. Indonesia tidak butuh Guru Besar yang kerdil,” kata Furqan AMC dalam keterangan yang diterima, Senin (13/2/2023).

Baca Juga:  Ganjar Pranowo Tak Permasalahkan Kaesang Pangharep Lebih Pilih PSI Dibanding PDIP: Itulah Politik!

“Lebih parahnya modus perjokian guru besar tersebut terjadi massif dan sistematis di berbagai kampus baik negeri maupun swasta sebagaimana temuan investigasi sebuah media nasional” tambahnya.

Baca Juga:  Pileg Dan Pilpres 2019, Begini Sikap Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka

Karena itu menurut Furqan, fenomena ini tidak bisa direspon semata kasuistik, orang per orang, namun harus disikapi secara komprehensif.

“Kalau tidak dibenahi total oleh Kemendikbudristek, saya khawatir lama-lama budaya palsu ini akan mewabah dan masyarakat jadi permisif. Secara sublimatif bisa memicu semakin berkembang biaknya budaya korupsi di segala bidang,” ujar Furqan.

Baca Juga:  Hingga Minggu, 30 Orang Korban Unjuk Rasa Bandung Dirujuk ke Fasilitas Kesehatan
Pages ( 1 of 2 ): 1 2