“Ada beberapa persyaratan yang ternyata saya masuk kriteria, salah satunya domisili, kebetulan saya tinggal di Banjaran, dan Star Energy dekat dengan daerah saya ada di Pangalengan,” ujarnya.
Menurut Resa, beasiswa tersebut bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga bentuk apresiasi atas capaian akademiknya. Dukungan itu memberinya ruang untuk fokus menyelesaikan studi tepat waktu selama empat tahun.
Tak lama setelah wisuda, ia langsung berkarier sebagai konsultan geologi di Kota Bandung. Dalam pekerjaannya, Resa terlibat dalam kajian kebumian, analisis kondisi tanah, hingga pendampingan studi teknis yang berkaitan dengan pembangunan dan lingkungan.
Meski telah memasuki dunia profesional, ia menargetkan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) untuk memperdalam kompetensi di bidang geologi.
“Menjadi orang berprestasi itu harus, makanya saya dulu aktif ikut lomba-lomba, dan itu ternyata memberikan poin plus bagi kehidupan saya, dan harus jujur sejujurnya,” katanya.





