Erwan menegaskan, pendidikan nonformal tidak dapat berdiri sendiri. Diperlukan keterhubungan dengan sistem pendidikan formal, pemerintah daerah, serta dunia usaha agar lulusan PKBM memiliki keterampilan yang relevan dan berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi mereka.
“Pendidikan nonformal harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar formalitas belajar,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Erwan, membuka ruang dukungan anggaran bagi program-program pendidikan nonformal melalui mekanisme hibah maupun anggaran Dinas Pendidikan. Namun ia menekankan, dukungan tersebut harus diiringi dengan akuntabilitas dan orientasi hasil.
Dengan masih tingginya jumlah warga yang bergantung pada jalur pendidikan nonformal, PKBM dipandang sebagai elemen penting dalam upaya pemerataan pendidikan di Jawa Barat, terutama di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





