Pihak puskesmas juga telah mengambil sampel jamur yang dikonsumsi serta muntahan korban untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Menurut Udin, korban mengonsumsi jamur liar yang banyak tumbuh saat musim hujan. Namun, jamur tersebut tidak dipastikan aman karena meskipun bentuknya menyerupai jamur yang biasa dikonsumsi, belum tentu layak dimakan.
“Mungkin sekilas bentuknya sama dengan jamur yang biasa diolah, sehingga dikonsumsi tanpa mengetahui ternyata beracun. Untuk memastikan, kami menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi jamur liar yang ditemukan di sekitar hutan atau lingkungan, terutama saat musim hujan, karena tidak semua jenis jamur aman untuk dikonsumsi.
“Lebih baik dipastikan terlebih dahulu kelayakannya agar tidak terjadi keracunan,” ucapnya.





