Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya telah memetakan enam bidang utama yang akan menjadi fokus pendidikan di Sekolah Maung, yakni teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan. Enam sektor tersebut dipilih karena dinilai memiliki prospek jangka panjang dan relevan dengan potensi ekonomi Jawa Barat.
“Orientasinya jelas, standar kompetensi lulusan harus sesuai dengan kebutuhan industri dan pertanian hari ini dan ke depan,” ujar Herman.
Terkait lokasi pembangunan, Pemprov Jabar masih melakukan pemetaan wilayah dan daya tampung sekolah untuk memastikan pemerataan akses pendidikan. Dinas Pendidikan Jawa Barat saat ini sedang menyusun data jumlah calon peserta didik serta kebutuhan fasilitas pendukung.
Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan Pemprov Jabar telah menyiapkan pembiayaan dari anggaran daerah, namun tetap membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan program tersebut.
Sekolah Maung diharapkan menjadi rujukan baru pendidikan vokasi di Indonesia, dengan kurikulum yang langsung terhubung dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, sekaligus menjadi salah satu upaya strategis menekan pengangguran terdidik di Jawa Barat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





