FarJABARNEWS | BANDUNG – Siswa SMAN 5 Bandung meninggal diduga akibat pengeroyokan dalam bentrokan pelajar di Jalan Cihampelas, Jumat malam, 13 Maret 2026. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) akan menyisir sejumlah tongkrongan pelajar di sekitar sekolah. Lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul remaja akan menjadi perhatian pemerintah.
Peristiwa yang menyebabkan siswa SMAN 5 Bandung meninggal ini mendorong Pemkot Bandung memperkuat pembinaan terhadap kelompok pelajar yang sering berkumpul di warung atau tempat nongkrong dekat sekolah.
“Dari informasi yang kami dapatkan, ada beberapa kelompok anak-anak SMA yang berkumpul di warung-warung dekat sekolah. Ini sedang kami identifikasi dan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pembinaan,” jelasnya, dikutip Minggu (15/3/2026).
Selain pembinaan, Pemkot Bandung juga akan memperkuat koordinasi dengan Polrestabes Bandung. Pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah akan ditingkatkan.





