JABARNEWS | CIANJUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terus menggencarkan berbagai upaya untuk menekan kasus suspek campak di wilayahnya, mulai dari vaksinasi hingga sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, menyampaikan bahwa jumlah kasus suspek campak mengalami penurunan signifikan. Pada awal Januari 2026 tercatat sekitar 100 kasus, namun hingga akhir Maret menurun menjadi sekitar 18 kasus.
“Saat ini data dari tim surveilans di lapangan jumlah kasus suspek campak sekitar 18 orang, di mana status suspek belum dapat dipastikan terpapar,” ujarnya di Cianjur, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, pihaknya telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait kewaspadaan terhadap campak, meskipun kasus terkonfirmasi belum ditemukan.
Kasus suspek tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi terbanyak di Kecamatan Warungkondang dan Cilaku. Petugas puskesmas setempat terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap pasien hingga dinyatakan sembuh.





