JABARNEWS | CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur berupaya memulangkan warganya yang bekerja sebagai buruh migran di sejumlah negara Timur Tengah seiring meningkatnya konflik antara Israel dan Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan berbagai instansi, termasuk konsulat di sejumlah negara kawasan Timur Tengah, guna mengantisipasi kemungkinan konflik meluas.
“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memulangkan pekerja migran asal Cianjur dalam waktu dekat karena ditakutkan konflik terus meluas membuat jalur pesawat terhambat karena beberapa penerbangan antar negara dihentikan,” kata Wahyu dalam keterangan yang diterima, Rabu (3/3/2026).
Pemkab mencatat, warga Cianjur yang berada di Uni Emirat Arab dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya umumnya bekerja sebagai buruh migran di berbagai sektor. Untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat situasi keamanan, pemerintah menyiapkan skema evakuasi ke negara yang dinilai lebih aman sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Langkah pendataan juga dilakukan untuk memastikan jumlah pekerja migran asal Cianjur yang masih berada di kawasan rawan, termasuk mereka yang berangkat secara nonprosedural.





