“Pendataan masih dilakukan dinas terkait guna memastikan jumlah pekerja migran asal Cianjur di negara Timur Tengah dan Uni Emirat Arab lainnya, tanpa membedakan berangkat secara prosedur atau non prosedur,” ujarnya.
Menurut Wahyu, proses evakuasi hingga pemulangan akan dilakukan bertahap, dengan mempertimbangkan negara tujuan yang masih membuka jalur penerbangan langsung ke Indonesia.
Sementara itu, keluarga pekerja migran di Cianjur mengaku cemas dengan situasi yang berkembang. Rosidah (45), salah seorang keluarga pekerja migran, mengatakan kerabatnya yang bekerja di Bahrain dan Qatar merasa waswas.
“Sejumlah sanak saudara bekerja dan tinggal di Bahrain dan Qatar, saat ini mereka was-was karena setiap hari terdengar suara pesawat tempur dan rudal, kami berharap ada upaya pemulangan dari pemerintah,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





