“Ya nanti kami coba, untuk pelayanan publik kami juga istirahatkan di 50 persen, seperti misalnya Distaru, ya hal-hal yang bentuknya pelayanan itu kami turunkan sampai 50 persen,” kata Tri saat ditemui di kawasan gedung Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Senin (30/3/2026).
Sementara itu, pekerjaan yang bersifat administratif sepenuhnya dapat dilakukan dari rumah.
Meski ada pembatasan, sejumlah layanan vital tetap beroperasi normal tanpa pengurangan personel. Di antaranya sektor transportasi, kesehatan, hingga kebersihan lingkungan seperti Dinas Perhubungan, fasilitas kesehatan, petugas pengangkut sampah, dan pemeliharaan saluran air.
Selain menekan penggunaan energi dan bahan bakar, Pemkot Bekasi juga mendorong perubahan pola mobilitas ASN.
Pada hari Jumat, pegawai dianjurkan menggunakan sepeda atau kendaraan ramah lingkungan seperti listrik maupun hybrid.
Langkah penghematan juga diterapkan di lingkungan perkantoran. Penggunaan ruang kerja akan dibatasi dengan hanya mengaktifkan sebagian lantai gedung, sementara area lainnya dimatikan guna mengurangi konsumsi listrik.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi dalam mengoptimalkan efisiensi anggaran sekaligus menjaga kualitas layanan publik tetap berjalan stabil. (war)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





