Komisi V DPRD Jawa Barat, lanjut Aceng, akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah proyek pembangunan ruang kelas baru di berbagai daerah, termasuk di wilayah Bekasi, guna memastikan seluruh konstruksi telah memenuhi standar keselamatan.
Ia juga menegaskan pentingnya peran dinas terkait dalam proses pemilihan kontraktor hingga pengawasan teknis pembangunan sekolah.
“Dinas terkait harus memilih CV yang jelas dan kredibel. Pengawasannya harus ketat terkait pembangunan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak membahayakan siswa,” pungkasnya.
Insiden ambruknya SMAN 2 Gunung Putri menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya soal kuantitas ruang kelas, tetapi juga kualitas konstruksi yang menjamin keselamatan ribuan pelajar di Jawa Barat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





