“Kalau kita tidak tahu penyakitnya, bagaimana kita mau memperbaiki. Kita perlu jujur melihat kekurangan, bukan hanya melaporkan keberhasilan,” tegas George.
Ia menambahkan, selama ini pendidikan vokasi kerap berjalan tanpa dukungan data kuat serta belum sepenuhnya ditopang sarana dan prasarana modern yang sesuai dengan kebutuhan industri.
George menegaskan SMK harus mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan relevan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Karena itu, selain penguatan kurikulum, dukungan fasilitas pembelajaran yang mutakhir menjadi keharusan.
“SMK harus dibekali ilmu dan fasilitas yang mendukung dunia kerja. Ini akan menjadi masukan penting bagi kami untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kebijakan pendidikan vokasi ke depan benar-benar berbasis data dan kebutuhan nyata,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





