“Solusi tidak bisa hanya di hilir. Harus ada kolaborasi dari hulu sampai hilir. Masyarakat memilah sampah, pemerintah kota menyiapkan TPS 3R, dan pemerintah provinsi menangani residu akhirnya,” tegasnya.
Acep mendorong optimalisasi TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta penguatan bank sampah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sampah yang telah dipilah dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos, RDF, paving block, hingga produk bernilai ekonomis lainnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cimahi yang menargetkan pengelolaan hingga 90 persen sampah di tingkat wilayah sebelum dikirim ke TPA, termasuk melalui dukungan program Integrated Sustainable Waste Management Program (ISWMP).
“Jika pengelolaan di tingkat wilayah berjalan konsisten, beban Sarimukti bisa ditekan. Inilah yang harus kita kawal agar pengelolaan sampah di Cimahi lebih berkelanjutan,” pungkas Acep Jamaludin. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





