“Tujuan program ini adalah meningkatkan gizi anak-anak secara merata. Jangan sampai ada sekolah yang dianaktirikan,” katanya.
Ono menambahkan, DPRD Jawa Barat akan segera berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Indramayu serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menelusuri penyebab tersendatnya distribusi MBG di wilayah tersebut.
Langkah tersebut sekaligus untuk mendorong penetapan skala prioritas agar sekolah-sekolah yang selama ini belum tersentuh program bisa segera mendapatkan hak yang sama.
“Kita akan cari tahu di mana sumbatan distribusinya dan bagaimana solusinya supaya program ini bisa benar-benar merata,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





