Proyek strategis ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bogor 2025. Kebijakan realokasi anggaran tersebut merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan daerah.
Menurut Rudy, jalan yang mulus adalah kunci aksesibilitas warga terhadap layanan publik. Terutama untuk urusan kesehatan dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Bisa dibayangkan, kalau ada yang sakit atau melahirkan di malam hari, butuh waktu lebih dari tiga jam ke rumah sakit dengan jalan rusak dan tanpa penerangan,” jelasnya.
Pengerjaan jalan ini menggunakan skema Karya Bakti TNI yang melibatkan Kodim 0621 dan Korem 061. Cara ini dipilih agar proses pembangunan lebih cepat tanpa melalui tahapan lelang yang panjang.
Saat ini, fokus utama pembangunan adalah pengecoran beton di seluruh badan jalan. Selanjutnya, pemerintah akan melakukan pengaspalan serta pembenahan sistem drainase secara bertahap.





