Jurnal Warga

Berjalan Sendiri, Bertahan dengan Doa: Lida Yohani Nasution

×

Berjalan Sendiri, Bertahan dengan Doa: Lida Yohani Nasution

Sebarkan artikel ini
Kisah Lida Yohani, pengepul barang bekas di Depok, yang hidup mandiri dengan ketabahan dan hati yang penuh syukur.
Lida Yohani Nasution, pengepul barang bekas di Depok (Foto: Muhammad Briyan)

Tak Sekedar Bertahan, Tapi Bertumbuh

Kecerdasan emosional bukan hanya mampu menahan marah atau bersikap tenang. Lebih dari itu, ia adalah kemampuan mengenali emosi diri, mengatur reaksi, dan menjaga hubungan sosial menjadi lebih sehat.

Baca Juga:  Revisi Kebijakan Kenukliran, Akankah Menjadi Payung Hukum Para Asing dan Aseng?

Hal itu nyata dalam keseharian Lida Yohani. Ia dikenal ramah oleh pedagang dan warga sekitar, tak pernah mengeluh apalagi membuat masalah dengan orang lain.

Baca Juga:  Dari Bogor hingga ke Garut, Ridwan Kamil Minta Warga di Empat Daerah Ini Waspada Banjir dan Longsor

“Kalo kita baik, orang juga bakal baik sama kita,” katanya.

Pernah suatu hari tetangganya memberinya tempe dan ikan. “Rezeki mah datang aja,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Baca Juga:  Prostitusi Online dan Pornografi Anak dalam Sistem Sekularisme-Kapitalisme

Di balik kesederhanaannya, Lida Yohani memiliki kekayaan yang tidak tampak, yaitu hubungan yang hangat dengan orang sekitar dan hati yang sabar.

Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4