Jurnal Warga

Bicara Tak Selalu Perlu, Saat Diam Bisa Jadi Strategi Terbaik

×

Bicara Tak Selalu Perlu, Saat Diam Bisa Jadi Strategi Terbaik

Sebarkan artikel ini
Kadang diam lebih kuat dari kata-kata. Temukan bagaimana diam bisa jadi strategi komunikasi yang bijak dan penuh kendali diri.
Ilustrasi seorang perempuan menahan emosi dalam debat panas (Foto: Freepik)

Diam yang Aktif, Bukan Pasif

Penting buat dibedain, diam bukan berarti pasif atau apatis. Ada diam yang aktif yaitu saat kita memilih untuk tidak merespons karena sedang menganalisa, menyusun strategi, atau menjaga suasana.

Baca Juga:  Program Bumi Hijau Dorong Kesejahteraan Petani dengan Pendirian Koperasi Produsen

Kayak di dunia seni bela diri, ada prinsip “tahan dulu serangan, baru balas dengan lebih efektif.” Dalam komunikasi pun sama. Tahan dulu ego, amati medan, baru ambil langkah yang tepat. Itu bukan tanda takut, tapi cermat.

Baca Juga:  Transformasi Mindset dari Konsumen Menjadi Kreator

Bahkan dalam hubungan personal, diam bisa jadi bentuk perhatian. Misalnya, saat teman lagi curhat, kita nggak perlu langsung kasih solusi atau komentar.

Baca Juga:  Pemerintah Daerah Harus Tanggung Jawab atas Tunjangan Jabatan Akademik di Sekolah

Cukup jadi pendengar yang hadir sepenuh hati. Kadang orang cuma butuh didengar, bukan diceramahi.

Pages ( 4 of 5 ): 123 4 5