Jurnal Warga

Manajemen Ibadah Haji Pasca Pandemi

×

Manajemen Ibadah Haji Pasca Pandemi

Sebarkan artikel ini
Potret Ahmad Abqori Hisan. (Foto: dokumentasi pribadi_.

JABARNEWS | PURWAKARTA – Secara leksikal kata mabrur berasal dari bahasa arab yaitu barra-yaburru-barran,Yang berarti taat atau berbakti.Secara istilah dalam kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Mabrur berarti ibadah Haji/Umrah yang di terima oleh Allah SWT.

Secara operasional para alim ulama memahami Mabrur dalam konteks ibadah Haji/Umrah,Imam Nawawi dalam syarah muslim menjelaskan Haji/Umrah tidak tercampuri kemaksiatan atau dosa karena imbalannya surga Allah Swt.

Baca Juga:  Ini Tiga Skenario Kota Depok dalam Rangka Peralihan Status Pandemi ke Endemi Covid-19

Mabrur itu diraih dengan kekuatan utama yaitu nilai nilai yang di bawa oleh jemaah Haji/umrah merupakan bekal takwa dan ulul albab(Q.S.Al-Baqarah:197).Dengan kata lain pada dasarnya ibadah haji Dan umrah merupakan sarana membentuk manusia yang unggul.

Baca Juga:  Sebanyak 99.489 Calon Jemaah Haji Akan Berangkat Tahun Ini, Ini Penjelasan Menag

Unggul dalam arti menjadi pribadi yang sudah selesai untuk pribadi dan keluarganya sebagai esensi istitaah. Sehingga yang di pikir dan dilakukan berikutnya pascaibadah di tanah suci adalah menjadi pahlawan,pejuang untuk bangsa, agama dan negaranya sebagaimana seperti mujahid Indonesia pada jaman dahulu.

Baca Juga:  #KaburAjaDulu, Solusi Idealis atau Pragmatis?

Dalam konteks ini dalam artian di harapkan alumni jamaah Haji dan Umrah itu di buktikan dengan memiliki spirit sebagai mujahid yang siap berperang melawam penjajahan dan penjajahan nyata ini adalah peraang melawan Covid-19.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23

Tinggalkan Balasan