Jurnal Warga

Tes Kehamilan Bagi Siswi, Solusi atau Kontroversi?

×

Tes Kehamilan Bagi Siswi, Solusi atau Kontroversi?

Sebarkan artikel ini
Tes kehamilan
Ilustrasi tes kehamilan. (foto: istimewa)
Tes kehamilan
Ilustrasi tes kehamilan. (foto: istimewa)

Kedua, faktor media. Betapa banyak konten atau tayangan di media yang memunculkan hasrat seksual. Tontonan yang bertema romantisme, pacaran, hingga menunjukkan adegan seks bebas pun sudah menjadi mekanan sehari-hari. Anak-anak yang masih labil dan tidak punya identitas pun menyaksikan, terpengaruh dan meniru apa mereka lihat.

Baca Juga:  Sosok Muhammad Zeinny, Salah Satu Dekan Termuda di Indonesia Asal Karawang

Ketiga, faktor pendidikan. Sistem pendidikan yang berbasis sekuler seperti hari ini, menjadikan para siswanya jauh dari nilai-nilai agama. Sekolah hanya mengedepankan capaian akademik agar para siswanya bisa bersaing di dunia kerja.

Baca Juga:  Menciptakan Surga Dunia Bagi Difabel Melalui Kota dan Pemukiman Berkelanjutan

Fakta adanya program tes kehamilan menjadi salah satu indikasi adanya normalisasi pergaulan bebas. Sebab, yang dilakukan adalah tes kehamilan. Seolah-oleh menunjukkan bahwa, “boleh seks bebas yang penting jangan hamil”. Hal ini selaras dengan adanya wacana pemberian kondom gratis kepada para remaja.

Baca Juga:  Cara Cerdas Om Zein Selesaikan Penyalahgunaan Dana PIP Oleh Oknum Operator

Inilah yang terjadi ketika kehidupan didominasi oleh sistem kapitalisme sekulerisme. Sistem ini yang menjadi penyebab utama maraknya seks bebas di kalangan remaja.

Pages ( 4 of 11 ): 123 4 56 ... 11