Jenis temuan beragam, mulai dari roti berjamur, buah yang membusuk dan berbelatung, lauk yang basi, telur mentah atau rusak, hingga menu yang tidak sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Dalam sejumlah kasus, makanan yang terindikasi bermasalah telah ditarik sebelum sempat dikonsumsi siswa.
Meski demikian, BGN tetap menjatuhkan sanksi administratif sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus pembelajaran sistem bagi seluruh penyelenggara.
Nanik menegaskan, SPPG yang dihentikan sementara dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dijalankan dan lolos verifikasi ulang.
“Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka kembali,” ujarnya. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





