Nasional

Di Purwakarta, Menjalani Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Malah Bertambah

×

Di Purwakarta, Menjalani Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Malah Bertambah

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | PURWAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta akhirnya menyadari bahwa pasien positif Covid-19 harus menjalani karantina yang di fasilitasi Negara ketimbang isolasi mandiri.

Hal itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dan terutama setelah peristiwa satu keluarga Di Purwakarta positif terpapar Corona.

“Karantina lebih efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19 daripada isolasi mandiri yang selama ini dijalankan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dr. Deni Darmawan yang menyadari hal tersebut, saat ditemui, Kamis (28/5/2020).

Baca Juga:  Berhati Mulia, Kakak Adik Asal Bekasi Bongkar Celengan Bantu Beli APD

Deni menjelaskan, saat ini dari 16 pasien positif Covid-19 di Purwakarta, 12 diantaranya sudah menjalani karantina yang disiapkan oleh Pemerintah.

Untuk pasien positif Covid-19 yang selama ini menjalani isolasi mandiri merupakan pasien atau orang tanpa gejala (OTG).

“Bagi pasien yang positif Covid-19 yang masih jalani isolasi mandiri kita minta untuk karantina demi keselamatan bersama,” ujar Deni saat ditanya bagaimana jika selanjutnya ada penambahan pasien positif baru oleh awak media.

Baca Juga:  Ajian jeung Pakarang Wayang dina Padalangan di Pasundan (2)

Ia menambahkan bagi pasien Covid-19 yang menjalani karantina kebutuhan pemulihan akan ditanggung oleh pemerintah.

Sementara itu, pantauan redaksi, bahwa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melakukan karantina di rumah singgah atau di fasilitas pemerintah lebih efektif, daripada melakukan isolasi mandiri.

Baca Juga:  Di Purwakarta Pencetakan Kartu Identitas Anak Capai 6 Ribu

Penyebab tidak berhasilnya isolasi mandiri karena pasien dibiarkan masih berbaur dengan anggota keluarga atau bahkan menjalani aktifitas sosial dengan lingkungan sekitarnya.

Peristiwa terpaparnya satu keluarga (ayah, ibu, dan 1 orang anak) di Purwakarta ini akibat lama dibiarkan isolasi mandiri. Dan pemerintah daerah terlambat mengambil tindakan bagi orang tanpa gejala (OTG) untuk dikarantina. (Zal)

Tinggalkan Balasan