Nasional

IDI: Masyarakat Jangan Panik Sikapi Indonesia Masuk Gelombang ketiga Covid-19

×

IDI: Masyarakat Jangan Panik Sikapi Indonesia Masuk Gelombang ketiga Covid-19

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi, Covid-19. (Dodi/Jabarnews)
Ilustrasi, Covid-19. (Dodi/Jabarnews)

“Jangan panik. Kita bisa atasi sebelum jadi lebih buruk. Pemutusan rantai penularan harus dilakukan cepat dan efisien,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu yang harus dilakukan dalam pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan meningkatkan jumlah testing, terutama di provinsi luar DKI Jakarta. Karena, data menunjukkan kalau jumlah testing secara nasional lebih dari 60 persen hanya didominasi DKI Jakarta.

Baca Juga:  Lonjakan Covid-19 di RSHS Bandung, Puluhan Nakes Dilaporkan Terpapar Covid-19

“Testing itu sangat penting. Proporsi tes PCR di Jakarta Vs provinsi lain terlalu jauh. Kita ini berjalan seperti biasa saja, tanpa sadar bahwa yang terinfeksi itu sebenarnya sudah di mana-mana,” kata Prof. Zubairi.

Baca Juga:  Waduh, Kasus Covid-19 Di Indonesia Kembali Naik

Dokter spesialis penyakit dalam itu juga menyoroti jumlah kasus mingguan Covid-19 di Indonesia yang bertambah hampir 40 ribu dalam sepekan lalu. Ia meminta agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas yang tidak penting.

Baca Juga:  Soal Ruang Isolasi Covid-19 di Cirebon, Wali Kota: Sudah Siap

“Karena kasus terus bertambah, saya harap kita mempertimbangkan untuk berkumpul atau pergi ke tempat ramai. Jangan anggap enteng, notabene ranking Indonesia naik ke nomor 63, dengan jumlah kasus 38.927 dalam sepekan. Mari saling lindungi. Abaikan narasi tak penting. Tetap optimistis,” ujarnya. ***

Pages ( 2 of 2 ): 1 2

Tinggalkan Balasan