Menurut Dody, mutu pekerjaan menjadi kunci. Ia menyoroti hasil penambalan yang masih terasa tidak rata dan bergelombang, kondisi yang berisiko bagi pengendara, terutama saat lalu lintas padat dan cuaca buruk.
Ia pun meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat tak hanya fokus pada tambal lubang parsial.
Perbaikan diminta dilakukan lebih menyeluruh secara bertahap di sepanjang 25,1 kilometer dari Pasar Parung hingga Gandaria–Cilodong agar permukaan jalan lebih stabil dan aman dilintasi.
Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Rina Kumala Sari menyebutkan, di ruas tersebut terdata 1.463 titik lubang. Hingga akhir pekan lalu, sebanyak 1.200 lubang telah ditutup dan tersisa 263 titik.
“Sampai kemarin, sebanyak 1.200 lubang sudah kami tutup dan tersisa 263 titik. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, kami targetkan dalam lima hari ke depan seluruh lubang sudah tertangani sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Rina.





