“Polanya hampir sama. Saya baru pulang dari Kabupaten Agam, Sumbar, Tapanuli Tengah, selatan, Aceh. Di daerah perbukitan seperti ini ketika struktur tanahnya itu lembut berpasir, apalagi tanahnya saya lihat gembur, subur di satu sisi untuk tanaman, tapi di sisi lain rawan,” tutur mantan Kapolri tersebut.
Saat ditanya soal kemungkinan alih fungsi lahan di lereng Gunung Burangrang yang turut memicu longsor, Tito memilih tidak berspekulasi. Ia menegaskan pemerintah masih memusatkan perhatian pada penanganan darurat.
“Kita belum tahu (soal alih fungsi lahan). Kita bicara jangka pendek dulu,” katanya.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan pencarian warga yang diduga masih tertimbun material longsoran sekaligus memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi di posko-posko darurat.
“Yang pertama jangka pendek dulu, semaksimal mungkin untuk mencari korban yang hilang, dibantu keluarganya. Yang direlokasi juga sudah dibantu saya lihat, dari gubernur, bupati, dan lain-lain,” jelas Tito.





